Tabligh Akbar dan Baksos di Desa Ujunggagak, Wujud Dakwah dan Kepedulian untuk Kampung Laut

Tabligh Akbar dan Baksos di Desa Ujunggagak, Wujud Dakwah dan Kepedulian untuk Kampung Laut

Yayasan Mutiara Sunnah Pangandaran bersama LAZIS An-Naba Cilacap, Dakwah Sunnah Barlingmascakeb (DSB), Majelis Ta’lim Al Qur’an & Sunnah Kampung Laut dan sejumlah muhsinin menggelar Tabligh Akbar dan Bakti Sosial (Baksos) di Masjid Jami’ Al Barokah, Ujunggagak, Kampung Laut, Cilacap, pada Ahad, 3 Mei 2026 / 15 Dzulqa’dah 1447 H, pukul 09.00–14.00 WIB.
Ide kegiatan ini bermula dari pertemuan DSB pada November 2025, ketika Ustadz Abu Azzam selaku Ketua Pelaksana menyampaikan kebutuhan kegiatan dakwah di Kampung Laut kepada Abu Fairuz selaku Sekretaris sekaligus Admin DSB.
Imam Amrillah, S.Pd., C.WC., Direktur LAZIS An-Naba Cilacap, menyebutkan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh semangat dakwah serta kepedulian terhadap masyarakat Kampung Laut. Ia juga menyebut adanya isu misionaris di wilayah tersebut sebagai salah satu pertimbangan utama. “Dengan diadakannya acara Tabligh Akbar dan Baksos ini diharapkan mampu menguatkan iman dan akidah masyarakat, sekaligus membantu ketahanan ekonomi mereka,” ujarnya.
Ustadz Abu Azzam menambahkan bahwa mayoritas masyarakat di Kampung Laut masih awam dan membutuhkan pencerahan dari ahli ilmu. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari stakeholder setempat, di antaranya Camat Kampung Laut, Bpk. Wahyu Miswanto, S.E., M.M., serta Kepala Desa Ujunggagak, Bpk. Juandi.
Tabligh Akbar dalam kegiatan ini mengangkat tema “Istiqamah hingga Husnul Khatimah”, dengan menghadirkan dua pemateri, yaitu Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A. dan Ustadz Saefudin Zuhri, Lc. Melalui tema ini, panitia berharap masyarakat Kampung Laut semakin kokoh dalam keimanan dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam hingga akhir hayat.
Kegiatan di Kampung Laut bukan yang pertama bagi LAZIS An-Naba. Dua tahun sebelumnya, lembaga ini telah mengadakan pengadaan perpustakaan buku dan memberikan bantuan sarana prasarana masjid di wilayah yang sama. Selain itu, LAZIS An-Naba juga telah menjangkau 24 kecamatan melalui program pembangunan infrastruktur seperti jalan setapak.
Abu Fairuz menjelaskan bahwa estimasi awal panitia menyiapkan 300 paket sembako senilai Rp100.000 per paket. Namun pada H-1, ada muhsinin yang menyumbangkan mi instan senilai Rp4.000 per item, sehingga nilai paket menjadi sekitar Rp101.000 hingga Rp104.000 ditambah goodie bag. Hingga hari pelaksanaan, total paket yang terkumpul mencapai 400 paket.
Rincian kontribusi: LAZIS An-Naba 100 paket, Mutiara Sunnah Pangandaran 100 paket, DSB 40 paket, dan muhsinin 160 paket.
Distribusi dilakukan menggunakan sistem kupon berdasarkan database yang telah disiapkan oleh panitia dari Kampung Laut, sehingga seluruh penerima dipastikan mendapatkan paket sembako.
Imam Amrillah menyampaikan bahwa program-program LAZIS An-Naba telah memberikan manfaat nyata. Salah satunya pada program zakat produktif, di mana seorang mustahik yang diberi dua ekor kambing pada 2025 kini telah memiliki 15 ekor kambing pada 2026. Selain itu, program cek kesehatan gratis juga telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Imam Amrillah berharap masyarakat Kampung Laut di Desa Ujunggagak dapat bertambah keimanannya, semakin erat ukhuwah Islamiyyah-nya, dan mandiri secara ekonomi.
Ustadz Abu Azzam berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut agar masyarakat Kampung Laut terus terlindungi, mengingat masih banyak aktivitas misionaris yang berjalan di wilayah tersebut.
Sementara Abu Fairuz mewakili DSB mengajak lembaga dan pegiat dakwah lainnya untuk turut berkolaborasi dalam kegiatan dakwah di Kampung Laut ke depannya.
Kontributor: Septian Dwi Cahyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Dilarang mengcopy / menduplikat apapun dari website ini